10 Apr

Tips Memilih Semen yang Baik Digunakan




1. Tidak menggumpal

Semen yang baik secara fisik/kasat mata, tidak menggumpal. Semen yang telah lama disimpan bisa membentuk gumpalan yang akan hancur jika diremas dan lama-kelamaan mengeras (grit).

 

2. Waktu Mengeras

Anggapan bahwa semakin cepat waktu pengerasan campuran semen, semakin kuat mutu yang dihasilkan, bisa dikatakan tidak tepat. Faktanya, semakin cepat semen mengeras berarti semakin cepat laju reaksi hidrasinya. Reaksi hidrasi menghasilkan panas, sehingga suhu menjadi tinggi. Suhu yang tinggi akan menimbulkan retak pada beton/plesteran/acian sehingga kualitas dan kekuatan menurun.

 

3. Adukan Lebih Rapat dan Rekat

Material bahan bangunan semen yang kaya akan mineral dan logam dapat membantu menghasilkan campuran yang padat. Campuran yang padat menghasilkan bahan bangunan beton/plester/acian yang berkualitas.

 

4. Kemasan Tertutup Sempurna

Kualitas perekat bahan bangunan semen akan terjaga jika kemasannya juga terjaga, dalam artian tertutup rapat, tidak basah, dan tidak terdapat bekas tambalan.

 

5. Berlogo SNI (Standar Nasional Indonesia)

Sebelum memilih semen, pastikan terlebih dahulu standar yang sudah dipenuhi oleh produk tersebut. Bisa berupa logo SNI atau yang telah bersertifikasi internasional.

 

6. Baik dalam Penyimpanannya

Cara menyimpan semen yang baik diantaranya adalah jumlah tumpukan tidak melebihi dua meter dan terlindung dari kelembaban yang tinggi. Sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan lantai dan dinding dengan memberi bantalan palet/kayu.